Kamis, 07 September 2017

Teman Baru Dari SMK N Takeran

PENDAHULUAN
Assalamullaikum Wr. Wb.
Ya sobat kembali lagi di blog sederhana saya ini kali ini saya akan mengenalkan teman baru kita dari SMK N TAKERAN , ya teman kita ini penggantinya si Hendri juga dari SMK TAKERAN yang baru selesai PKL di BLC , ini dia teman - teman kita yang baru

ya ini lah foto - foto teman kita yang baru dari SMK N TAKERAN
Sekian apabila ada salah kata saya mohon maaf.






Rabu, 06 September 2017

Configurasi Mikrotik Wireless Repeter

PENDAHULUAN

Assalamullaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Ya pagi ini saya akan menjelaskan tentang Configurasi Mikrotik Wireless  Repeater,langsung saja kita praktekan

PENGERTIAN
wireless repeater (juga disebut range extender nirkabel) mengambil sinyal yang ada dari router nirkabel atau titik akses nirkabel dan menyiarkan ulang untuk menciptakan jaringan kedua. Ketika dua atau lebih host harus terhubung dengan satu sama lain selama IEEE 802.11 protokol dan jarak yang terlalu panjang untuk koneksi langsung yang akan didirikan, repeater nirkabel digunakan untuk menjembatani kesenjangan. Hal ini dapat berdiri sendiri khusus perangkat jaringan komputer

LATAR BELAKANG DAN BAHASAN PERMASALAHAN
Karena keterbatasan jangkauan sinyal pada Access point mikrotik kita dapat meneruskannya dengan cara wireless repeater, tetapi tidak hanya menggunakan konsep wireless repeater saja kita bisa menggunakan WDS

MAKSUD DAN TUJUAN
Agar bisa memperluas jangkauan jaringan

ALAT DAN BAHAN
Laptop
1 ROuter
Koneksi internet
Kabel Lan

JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Kurang lebih 15 menit

PROSES DAN TAHAPAN PEKERJAAN
Pertama kita masuk aplikasi winbox yang telah kita reset ulang
Kita centang pada wlan1 yang ada di interface kemudian kita masuk ke wireless
Kita pindah ke security profile kita add isi passwordnya dan nama 
kemudian kita masuk klik pada wlan1nya untuk configurasi 
jika berhasil maka tandanya R (running)
jika sudah kita pergi ke ip --> DHCP client untuk merequest ip, kita klik tabda (+) lalu pada interface kita pilih wlan1, jika berhasil maka akan bound
lalu kita kembali lagi ke menu wireless untuk membuat virtual AP, klik tanda (+) lalu pilih virtual, pada ssid kita isikan sesuai keinginan kita dan pada master interface kita pilih wlan1
setelah itu kita ke menu bridge, klik tanda (+) lalu klik ok

kita pergi ke tab port, kita tambahkan port wlan1 dan wlan2
lalu kita membuat DHCP server untuk memberi ip terhadap client yang terhubung, klik tanda (+) dan pada interface pilih bridge1 (bridge yang kita buat tadi)tinggal kita klik next saja sampai akhir
HASIL YANG DIDAPATKAN
Bisa Configurasi Wireless Repeater

KESIMPULAN


REFERENSI
https://en.wikipedia.org/wiki/Wireless_repeater
http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=184



Selasa, 05 September 2017

Materi Subneting

PENDAHULUAN

Assalamualaikum  Wr.  Wb.
Ya bertemu lagi bersama saya di blog yang sederhana ini,  kali ini saya akan menjelaskan materi tentang Subneting.

PENGERTIAN
Sub-jaringan, atau subnet, adalah pembagian secara yang terlihat secara fisik dari IP jaringan.[1] Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting.

Semua komputer yang termasuk dalam sebuah subnet dialamatkan dengan bit-group umum, identik, dan paling signifikan dalam alamat IP mereka. Hal ini menyebabkan pembagian logis dari alamat IP ke dua bidang, jaringan atau routing prefix dan sisa field atau pengenal host. Field sisanya adalah pengidentifikasi untuk host tertentu atau antarmuka jaringan.

Pengertian dan kegunaan Subnetting
Subnetting berfungsi untuk menyembunyikan detail dari internal network
suatu organisasi ke router eksternal. Selain itu, subnetting juga mempermudah
manajemen jaringan dan menambah efisiensi dari jaringan tersebut.

Subnetting adalah  teknik memecah suatu jaringan besar menjadi jaringan yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk dijadikan Network ID baru

kegunaan subnetting
1. Untuk memecah network ID yang dimiliki oleh suatu organisasi nenjadi beberapa network ID lain dengan  jumlah anggota jaringan yang lebih kecil.
2. Adapun hal ini dilakukan karena sebuah organisasi mempunyai lebih dari satu jaringan/LAN,
Masing-masing jumlah hostnya tidak sebesar jumlah maksimal IP host yang disediakan oleh satu kelas IP address dari network ID yang dimiliki organisasi tersebut.
3. Hal ini dapat terjadi karena: teknologi yang berbeda, keterbatasan teknologi, ‘kongesti’ pada jaringan, dan hubungan ‘point-to-point’.

Mbah Share Ip Address

PENDAHULUAN

Assalamullaikum Warrohmatullohi Wabarakatuh
ya kali ini saya akan mencertiakan saat Mbah suro share ilmu tentang IP Address , secara detailnya IP Address adalah atau disebuat juga Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antara 32 bit sampai 128 bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32 bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128 bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.

Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:

IP versi 4 (IPv4)
IP versi 6 (IPv6)

     
        IP Address (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan internet berbasis TCP/IP.
       IP Address memiliki dua fungsi. Fungsi pertama, sebagai alat identifikasi host atau antarmuka jaringan. Fungsi kedua, sebagai alamat lokasi jaringan. Fungsi tersebut diilustrasikan sebagai "Sebuah nama untuk mengetahui siapa dia, Sebuah alamat untuk mengetahui dimana dia, dan Sebuah rute agar bisa sampai ke alamat tersebut". 
     Para pembuat sistem IP address menggunakan bilangan 32-bit. Sistem ini dikenal sebagai Internet Protocol Version 4 (IPv4). Tingginya tingkat pertumbuhan dan kapasitas jaringan internet menyebabkan dibutuhkannya sistem alamat yang mampu mengidentifikasi lebih banyak anggota jaringan, sistem pengalamatan yang baru diperkenalkan pada tahun 1995. Sistem tersebut dikenal sebagai IPv6. 

Kelas Kelas IP Address

IP address dibagi menjadi lima kelas, A sampai E. IP address yang dipakai secara umum dibagi dalam 3 kelas, sementara 2 kelas lainnya dipakai untuk kepentingan khusus. Ini untuk memudahkan pendistribusian IP address ke seluruh dunia. 
Kelas A :
- Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
- Bit pertama : 0
- Panjang Network ID : 8 bit
- Panjang Host ID : 24 bit
- Byte pertama : 0 – 127
- Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
- Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
- Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A
IP address kelas ini diberikan kepada suatu jaringan yang berukuran sangat besar, yang pada tiap jaringannya terdapat sekitar 16 juta host.
Kelas B :
- Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
- 2 bit pertama : 10
- Panjang Network ID : 16 bit
- Panjang Host ID : 16 bit
- Byte pertama : 128 – 191
- Jumlah : 16.384 kelas B
- Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
- Jumlah IP : 65.535 IP address pada tiap kelas B
IP address kelas ini diberikan kepada jaringan dengan ukuran sedang-besar. Contohnya adalah jaringan kampus ITB yang mendapat alokasi IP address kelas B (terima kasih kepada Onno W. Purbo), dengan network id 167.205.
Kelas C :
- Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
- 3 bit pertama : 110
- Panjang Network ID : 24 bit
- Panjang Host ID : 8 bit
- Byte pertama : 192 – 223
- Jumlah : 2.097.152 kelas C
- Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
- Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C
IP kelas ini dialokasikan untuk jaringan berukuran kecil.
IP kelas D digunakan sebagai alamat multicast yaitu sejumlah komputer memakai bersama suatu aplikasi. Contohnya adalah aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host, seperti yang diadakan di ITB dalam program SOI (School on Internet) bersama beberapa universitas di Asia. Ciri IP kelas D adalah 4 bit pertamanya 1110. IP kelas E (4 bit pertama 1111) dialokasikan untuk keperluan eksperimental.

Cara Menghitung IP Address

Jika anda ingin menjadi seorang Network Administrator salah tiga syarat utamanya adalah memahami TCP/IP tidak hanya secara Konsep tetapi juga Desain dan Implementasinya.
Dalam tutorial ini saya ingin membagi pengertian yang saya pahami dalam menghitung IP Adress secara cepat.

Kita mulai … lebih cepat lebih baik…
Mungkin anda sudah sering men-setting jaringan dengan protokol TCP/IP dan menggunakan IP Address 192.168.0.1, 192.168.0.2, 192.168.0.3, …dst dengan netmask (subnet) 255.255.255.0 . Namun pernahkah terpikir untuk menggunakan IP selain IP tersebut ? misalnya :
192.168.100.1  netmask 255.255.255.248 atau
192.168.50.16  netmask 255.255.255.240 ...???
Teori Singkat & Umum
Untuk mempelajari IP diperlukan pengetahuan tentang Logika dan Sitem Bilangan Biner. Tentang bagaimana cara mengkonversi bilangan Biner ke dalam bilangan Decimal atau menjadi BIlangan HexaDecimal, silahkan baca tutorial Sistem Bilangan Logika [Not Finished Yet] yang juga saya tulis dalam bentuk ringkasan. IP Address yang akan kita pelajari ini adalah IPv.4 yang berisi angka 32 bit binner yang terbagi dalam 4×8 bit.
Conto : 
8 bit 8 bit 8 bit 8 bit 
192.168.0.1 -> 1 1 0 0 0 0 0 0 . 1 0 1 0 1 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 1 
192 . 168 . 0 . 1 
Hal yang perlu dipahami dalam penggunaan IP Address secara umum adalah sebagai berikut :
Kelas IP
IP Address di bagi menjadi 5 kelas yakni A, B, C, D dan E. Dasar pertimbangan pembagian kelas ini adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP Address.






Kelas A
Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besarBit Pertama : 0 Net-ID : 8 bit Host-ID : 24 bit Range IP : 1.xxx.xxx.xxx - 126.xxx.xxx.xxx Jumlah IP : 16.777.214

Note : 0 dan 127 dicadangkan, 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 biasanya dipakai untuk localhost.






Kelas B
Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar2 Bit Pertama : 10 Net-ID : 16 bit Host-ID : 16 bit Range IP : 128.xxx.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx Jumlah IP : 65.532






Kelas C
3 Bit Pertama : 110 Net-ID : 24 bit Host-ID : 16 bit Range IP : 192.xxx.xxx.xxx - 223.255.255.255 Jumlah IP : 254






Kelas D
4 Bit Pertama : 1110 Byte Inisial : 224 - 247

Note : Kelas D ini digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID






Kelas E
4 Bit Pertama : 1111 Byte Inisial : 248 - 255

Note : Kelas E ini digunakan untuk keperluan Eksperimental
-> Network ID (Net-ID)

Adalah IP address yang menunjukkan Nomor Jaringan (identitas segmen)
Conto :
Sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 – 192.168.0.255 netmask 255.255.255.0 maka Net-ID nya adalah192.168.0.0.
Sebuah jaringan dengan IP range 192.168.5.16 – 192.168.5.31/28 maka Net-ID nya adalah 192.168.5.16
Note : Net-ID adalah IP pertama dari sebuah segmen. Dalam implementasinya IP ini tidak dapat digunakan pada sebuah host.
-> IP Broadcast

Adalah IP address yang digunakan untuk broadcast. Dari conto di atas maka IP Broadcast nya adalah 192.168.0.255 .
Note : IP Broadcast adalah IP terakhir dari sebuah segmen (kebalikan dari Net-ID). Dalam implementasinya IP ini juga tidak dapat digunakan pada sebuah host.
-> Subnet Mask (Netmask)

Adalah angka binner 32 bit yang digunakan untuk :






membedakan Net-ID dan Host-ID
menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar
Kelas A : 11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0 
Kelas B : 11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0 
Kelas C : 11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0

Conto :
sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 – 192.168.0.255maka Netmask nya adalah : 255.255.255.0 .
-> Prefix

Adalah penulisan singkat dari sebuah Netmask. Dari conto juga maka prefix nya adalah 24 maka menuliskan prefix-nya 192.168.0.0/24
-> Jumlah IP yang tersedia

Adalah jumlah IP address yang tersedia dalam sebuah segmen (blok). Dari conto di atas maka Jumlah IP yang tersedia sebanyak 256 (192.168.0.0 – 192.168.0.255)
Note : Dalam implementasinya tidak semua IP yang tersedia dapat digunakan karena ada 2 IP yang akan digunakan sebagai Net-ID danBroadcast..
-> Jumlah Host

Adalah jumlah dari IP address yang dapat dipakai dalam sebuah segmen. Dari conto di atas maka jumlah host-nya adalah 254 (192.168.0.1 – 192.168.0.254). IP 192.168.0.0 sebagai Net-ID dan 192.168.0.255 sebagai Broadcast-nya.
Note : Jumlah Host = Jumlah IP yg tersedia – 2
-> IP Public
Adalah IP address yang dapat dikenali di jaringan internet.
Conto :
202.95.144.4, 64.3.2.45, 4.2.2.1 dst
Note : IP Public akan kita dapatkan jika kita berlangganan Leased Line.
-> IP Private

Adalah IP address yang hanya dapat dikenali di jaringan local (LAN).
Conto :
192.168.1.1, 192.168.0.5, 192.168.10.200 dst
Note : IP Private dapat kita gunakan semau kita untuk membangun LAN tanpa harus berlangganan Internet seperti Leased Line.
Memulai Perhitungan
Perhatikan kombinasi angka dibawah ini :

Cara membaca :

Kombinasi angka tersebut adalah untuk netmask 255.255.255.0 yang apabila di konversi ke Bilangan Biner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000. Kita ambil 8 bit terakhir yaitu .00000000.
Apabila pada kolom pertama di beri nilai ’1′ dan yg lainnya bernilai’0′ ( .10000000 ) maka
Jumlah IP yang kita miliki (tersedia) sebanyak 128 nomor
Netmask yang harus dipakai adalah 255.255.255.128
Kita dapat menuliskan IP tersebut 192.168.0.0/25 dengan 25 sebagai nilai prefix-nya.
Jumlah segmen yang terbentuk sebanyak 2 yaitu
 192.168.0.0 - 192.168.0.127 -> sesuai dgn point 1. IP yang tersedia sebanyak 128 buah tiap segmen  192.168.0.128 - 192.168.0.255
Jumlah IP yang dapat dipakai untuk host sebanyak 126setelah dikurangi dengan Net-ID dan Broadcast 

Senin, 04 September 2017

Target Seminggu Mempelajari Mikrotik Full

PENDAHULUAN

Assalamullaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
selamat siang, kali ini saya akan menceritakan target kerja seminggu saya di minggu ini tentang Mikrotik Full Configurasi .


ini foto-fotonya anak PKL dari SMK N BANJIT yang dari Lampung 
yang menargetkan minggu ini adalah tentang Mirotik Full 

Sekian Terima Kasih 




Kamis, 31 Agustus 2017

Packet Header (Proses Terjadinya Komunikasi)

Assalamu'alaikum Wr.Wb

PENGERTIAN

Packet header adalah paket yang  kejadian saat seorang akan mengirim atau berkomunikasi lewat jaringan,
LATAR BELAKANG

Pemahaman tentang tahapan dan proses dikirimnya dan  di terimanya data, yang dikirim lewat jaringan.
MAKSUD DAN TUJUAN

Paham dan bisa mengidentifikasi kesalahan atau pengiriman paket data.
WAKTU

2 Jam
ALAT DAN BAHAN

- Laptop
- LCD proyektor
- Koneksi internet
PEMBAHASAN

Syarat terjadinya komunikasi, ada yang akan dikirim atau ada datanya seperti gambar diatas, sudah jela.
dari data lanjut ke Options ( if any ) atau pilihan dari si pengirim akan kah paket data itu dikirim atau tidak, jika hal ini tidak jelas maka data tidak akan sampai ke tujuan.
selanjutnya di tahap ke 3 data akan diberi frame agar tidak terpecah pecah, dan data di beri identitas pengirim. Bit Source ip address berarti penerima, yang akan mendapat kiriman paket data dengan menggunakan layer 3 routing akan memudahkan pengiriman data.
selanjutnya apakah data langsung dikirim, ?
Tidak data masih akan melewati sortir seperti berat data dan pengelompokan segmen data di layer 4 data ada di bagi menurut portnya.
16 bit header cheksum, maksudnya dari 32 bit akan di ambil 16  bit untuk mengechek paket data tersebut, akan ada data yang hangus karena terfilter dan akan hilang, nah setelah data yang lolos filter akan masuk ke penerima dan akan mengalami pengecekan lagi ini terjadi pada layer 5, dan akan berlanjut pada pemrosesan dari penerima.
sesudah itu data akan direspon dan akan di feedback oleh penerima sehingga hal yang serupa terjadi berulang ulang.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb


Rabu, 30 Agustus 2017

Teman Baru Dari Magelang

PENDAHULUAN
Assalamullaikum Wr. Wb.

Selamat siang , episode kali ini BLC Telkom kedatangan tamu / teman baru dari Magelang cukup jauh untuk ke Klaten ini dia foto - foto teman baru kita




Sekian dari saya terima kasih