Jumat, 08 September 2017

Configurasi Mikrotik Routing


PENDAHULUAN
Assalamullaikum Wr. Wb.
Pagi ini saya akan menjelaskan tentang Configurasi Mikrotik Routing , ya langsung saja kita praktekan

PENGERTIAN
Routing static adalah menambahkan jalur routing tertentu secara manual. Mikrotik secara default akan membuat jalur routing otomatis (dynamic route) ketika kita menambahkan ip address pada interface. Lalu kenapa kita memerlukan static routing? Karena untuk menghubungkan perangkat network yang memilik ip segment (subnet) yang berbeda memerlukan sebuah perangkat yang mampu melakukan proses static routing

LATAR BELAKANG DAN BAHASAN PERMASALAHAN
Dengan menggunakan routing statik ini, Tidak ada bandwidth yang digunakan untuk pertukaran informasi saat pengiriman data maka dari itu topologi ini sangat cocok untuk diterapkan pada perkantoran atau RT/RW net

MAKSUD DAN TUJUAN

Tujuannya untuk menghubungkan beberapa router menjadi satu agar dapat saling terhubung

ALAT DAN BAHAN 

2 router mikrotik
3 kabel UTP
2 Laptop sebagai client


JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Kurang lebih 20 menit

PROSES DAN TAHAPAN PEKERJAAN
1. Pertama kita login ke mikrotik dengan winbox
2. setelah masuk ke winbox, kita masuk ke ip --> address lalu kita atur ipnya router 1
eth3, ip address 10.10.50.1/28
eth2, ip address 192.168.80.2/28

3.  lalu kita masuk ke ip --> route --> klik add(+), lalu pada Dst.Address isikan 172.16.2.0/24 (ip network client yang ada pada router2) dan pada gateway isikan 10.10.50.2 (ip yang terhubung dari router2 ke router1), klik apply --> ok

4.  jika sudah maka akan reachable eth3


 5. sekarang kita konfigurasi pada DHCP servernya untuk client yang akan terhubung
6. Coba kita ketik ping 
Konfigurasi router2
1.  seperti langkah diatas kita masuk dulu ke mikrotik dengan winbox
2.  setelah masuk kita masuk ke ip --> address lalu kita atur ipnya             router 2
eth3, ip address 10.10.50.2/28
eth2, ip address 192.168.80.2/28

7. lalu kita masuk ke ip --> route --> klik add(+), lalu pada Dst.Address isikan 192.168.80.0/28 (ip network client yang ada pada router1) dan pada gateway isikan 10.10.50.1 (ip yang terhubung dari router1 ke router2), klik apply --> ok
8. jika sudah maka akan reachable eth3
9. sekarang kita konfigurasi pada DHCP servernya untuk client yang akan terhubung
10. Coba kita ping di terminal
SELESAI

HASIL YANG DIDAPATKAN 
Hasilnya saya berhasil merouting mikrotik dan topologi ini bisa diterapkan di rumah sakit ataupun perkantoran ataupun di area sekolah

KESIMPULAN


REFERENSI

Configurasi Mikrotik Firewall



PENDAHULUAN

Assalamullaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
selamat siang tema - teman , kali ini saya memposting cara Configurasi mikrotik Firewall yang akan saya gunakan untuk membokir website atau juga disebut tidak website tidak bisa di akses .

PENGERTIAN
Tembok api, tembok pelindung atau dinding api (bahasa Inggris: firewall) adalah suatu sistem yang dirancang untuk mencegah akses yang tidak diinginkan dari atau ke dalam suatu jaringan internal.

Tembok api bekerja dengan cara melacak dan mengendalikan jalannya data serta memutuskan aksi untuk melewatkan (pass), menjatuhkan (drop), menolak (reject), mengenkripsi atau melakukan pencatatan aktivitas (log) data. Firewall menjamin agar data sesuai dengan aturan (rule) yang terdapat di dalam kebijakan keamanannya (security policy) yaitu seperangkat aturan yang telah didefinisikan di dalam keamanan jaringan internal.[1]

Umumnya, sebuah tembok api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.

Tembok api digunakan untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua macam jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap perangkat digital perusahaan tersebut dari serangan para peretas, pemata-mata, ataupun pencuri data lainnya, menjadi kenyataan.

Jenis-jenis tembok api[sunting | sunting sumber]

Taksonomi tembok api
Firewall terbagi menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut

Personal Firewall: Tembok api personal dirancang untuk melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan dari akses yang tidak dikehendaki. Tembok api jenis ini akhir-akhir ini berevolusi menjadi sebuah kumpulan program yang bertujuan untuk mengamankan komputer secara total, dengan ditambahkannya beberapa fitur pengaman tambahan semacam perangkat proteksi terhadap virus, anti-spyware, anti-spam, dan lainnya. Bahkan beberapa produk tembok api lainnya dilengkapi dengan fungsi pendeteksian gangguan keamanan jaringan (Intrusion Detection System). Contoh dari tembok api jenis ini adalah Microsoft Windows Firewall (yang telah terintegrasi dalam sistem operasi Windows XP Service Pack 2, Windows Vista dan Windows Server 2003 Service Pack 1), Symantec Norton Personal Firewall, Kerio Personal Firewall, dan lain-lain. Personal Firewall secara umum hanya memiliki dua fitur utama, yakni Packet Filter Firewall dan Stateful Firewall.
Network Firewall: Network Firewall dirancang untuk melindungi jaringan secara keseluruhan dari berbagai serangan. Umumnya dijumpai dalam dua bentuk, yakni sebuah perangkat terdedikasi atau sebagai sebuah perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sebuah server. Contoh dari tembok api ini adalah Microsoft Internet Security and Acceleration Server (ISA Server), Cisco PIX, Cisco ASA, IPTables dalam sistem operasi GNU/Linux, pf dalam keluarga sistem operasi Unix BSD, serta SunScreen dari Sun Microsystems, Inc. yang dibundel dalam sistem operasi Solaris. Network Firewall secara umum memiliki beberapa fitur utama, yakni apa yang dimiliki oleh tembok api personal (packet filter tembok api dan stateful tembok api), Circuit Level Gateway, Application Level Gateway, dan juga NAT Firewall. Network Firewall umumnya bersifat transparan (tidak terlihat) dari pengguna dan menggunakan teknologi routing untuk menentukan paket mana yang diizinkan, dan mana paket yang akan ditolak.
Fungsi tembok api[sunting | sunting sumber]
Secara mendasar, tembok api dapat melakukan hal-hal berikut:

Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
Melakukan autentikasi terhadap akses
Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator
Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan[sunting | sunting sumber]
Fungsi pertama yang dapat dilakukan oleh tembok api adalah tembok api harus dapat mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan yang diizinkan untuk mengakses jaringan privat atau komputer yang dilindungi oleh tembok api. Tembok api melakukan hal yang demikian, dengan melakukan inspeksi terhadap paket-paket dan memantau koneksi yang sedang dibuat, lalu melakukan penapisan (filtering) terhadap koneksi berdasarkan hasil inspeksi paket dan koneksi tersebut.

Proses inspeksi paket[sunting | sunting sumber]
Inspeksi paket (packet inspection) merupakan proses yang dilakukan oleh tembok api untuk 'menghadang' dan memproses data dalam sebuah paket untuk menentukan bahwa paket tersebut diizinkan atau ditolak, berdasarkan kebijakan akses (access policy) yang diterapkan oleh seorang administrator. Firewall, sebelum menentukan keputusan apakah hendak menolak atau menerima komunikasi dari luar, ia harus melakukan inspeksi terhadap setiap paket (baik yang masuk ataupun yang keluar) di setiap antarmuka dan membandingkannya dengan daftar kebijakan akses. Inspeksi paket dapat dilakukan dengan melihat elemen-elemen berikut, ketika menentukan apakah hendak menolak atau menerima komunikasi:

Alamat IP dari komputer sumber
Port sumber pada komputer sumber
Alamat IP dari komputer tujuan
Port tujuan data pada komputer tujuan
Protokol IP
Informasi header-header yang disimpan dalam paket
Koneksi dan keadaan sambungan[sunting | sunting sumber]
Agar dua host TCP/IP dapat saling berkomunikasi, mereka harus saling membuat sambungan antara satu dengan lainnya. Koneksi ini memiliki dua tujuan:

Komputer dapat menggunakan koneksi tersebut untuk mengidentifikasikan dirinya kepada komputer lain, yang meyakinkan bahwa sistem lain yang tidak membuat koneksi tidak dapat mengirimkan data ke komputer tersebut. Tembok api juga dapat menggunakan informasi koneksi untuk menentukan koneksi apa yang diizinkan oleh kebijakan akses dan menggunakannya untuk menentukan apakah paket data tersebut akan diterima atau ditolak.
Koneksi digunakan untuk menentukan bagaimana cara dua host tersebut akan berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya (apakah dengan menggunakan koneksi connection-oriented, atau connectionless).

Kedua tujuan tersebut dapat digunakan untuk menentukan keadaan koneksi antara dua host tersebut, seperti halnya cara manusia bercakap-cakap. Jika Amir bertanya kepada Aminah mengenai sesuatu, maka Aminah akan meresponsnya dengan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan yang diajukan oleh Amir; Pada saat Amir melontarkan pertanyaannya kepada Aminah, keadaan percakapan tersebut adalah Amir menunggu respons dari Aminah. Komunikasi di jaringan juga mengikuti cara yang sama untuk memantau keadaan percakapan komunikasi yang terjadi.

Tembok api dapat memantau informasi keadaan koneksi untuk menentukan apakah ia hendak mengizinkan lalu lintas jaringan. Umumnya hal ini dilakukan dengan memelihara sebuah tabel keadaan koneksi (dalam istilah tembok api: state table) yang memantau keadaan semua komunikasi yang melewati tembok api. Dengan memantau keadaan koneksi ini, tembok api dapat menentukan apakah data yang melewati tembok api sedang "ditunggu" oleh host yang dituju, dan jika ya, aka mengizinkannya. Jika data yang melewati tembok api tidak cocok dengan keadaan koneksi yang didefinisikan oleh tabel keadaan koneksi, maka data tersebut akan ditolak. Hal ini umumnya disebut sebagai Stateful Inspection.

LATAR BELAKANG DAN BAHASAN PERMASALAHAN
Dapat Menggunakan Fitur Firewall dengan benar dan juga mengerti maksud dan tujuan menggunakannya

MAKSUD DAN TUJUAN
Bisa Configurasi dengan benar secara berkali-kali

ALAT DAN BAHAN
Laptop
Kabel Lan
Router
Internet

JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Kurang lebih 15 Menit bila tidak terjadi error

PROSES DAN TAHAPAN PEKERJAAN
Pertama kita harus mempersiapkan alat dan bahan yang akan kita praktekan , ya langsung saja kita praktekan

Pertama kita pilih IP Firewall
kita tambahkan pada Filter Rules
pada general kita chain isi Forward
Kita pindah ke Advanced pilih pada Content kita ketikan alamat yang akan kita blog saya blog alamat YouTube.com
Kemudian kita pindah ke Action pada Action kita pilih drop kemudian kita apply ok
inilah hasilnya

HASIL YANG DIINGINKAN
Bisa Blokir Website yang tidak baik

KESIMPULAN
Bahwa saat kita memblokir website kita harus tahu alamat yang kita tuju

REFERENSI
https://id.wikipedia.org/wiki/Tembok_api

Kamis, 07 September 2017

Teman Baru Dari SMK N Takeran

PENDAHULUAN
Assalamullaikum Wr. Wb.
Ya sobat kembali lagi di blog sederhana saya ini kali ini saya akan mengenalkan teman baru kita dari SMK N TAKERAN , ya teman kita ini penggantinya si Hendri juga dari SMK TAKERAN yang baru selesai PKL di BLC , ini dia teman - teman kita yang baru

ya ini lah foto - foto teman kita yang baru dari SMK N TAKERAN
Sekian apabila ada salah kata saya mohon maaf.






Rabu, 06 September 2017

Configurasi Mikrotik Wireless Repeter

PENDAHULUAN

Assalamullaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Ya pagi ini saya akan menjelaskan tentang Configurasi Mikrotik Wireless  Repeater,langsung saja kita praktekan

PENGERTIAN
wireless repeater (juga disebut range extender nirkabel) mengambil sinyal yang ada dari router nirkabel atau titik akses nirkabel dan menyiarkan ulang untuk menciptakan jaringan kedua. Ketika dua atau lebih host harus terhubung dengan satu sama lain selama IEEE 802.11 protokol dan jarak yang terlalu panjang untuk koneksi langsung yang akan didirikan, repeater nirkabel digunakan untuk menjembatani kesenjangan. Hal ini dapat berdiri sendiri khusus perangkat jaringan komputer

LATAR BELAKANG DAN BAHASAN PERMASALAHAN
Karena keterbatasan jangkauan sinyal pada Access point mikrotik kita dapat meneruskannya dengan cara wireless repeater, tetapi tidak hanya menggunakan konsep wireless repeater saja kita bisa menggunakan WDS

MAKSUD DAN TUJUAN
Agar bisa memperluas jangkauan jaringan

ALAT DAN BAHAN
Laptop
1 ROuter
Koneksi internet
Kabel Lan

JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Kurang lebih 15 menit

PROSES DAN TAHAPAN PEKERJAAN
Pertama kita masuk aplikasi winbox yang telah kita reset ulang
Kita centang pada wlan1 yang ada di interface kemudian kita masuk ke wireless
Kita pindah ke security profile kita add isi passwordnya dan nama 
kemudian kita masuk klik pada wlan1nya untuk configurasi 
jika berhasil maka tandanya R (running)
jika sudah kita pergi ke ip --> DHCP client untuk merequest ip, kita klik tabda (+) lalu pada interface kita pilih wlan1, jika berhasil maka akan bound
lalu kita kembali lagi ke menu wireless untuk membuat virtual AP, klik tanda (+) lalu pilih virtual, pada ssid kita isikan sesuai keinginan kita dan pada master interface kita pilih wlan1
setelah itu kita ke menu bridge, klik tanda (+) lalu klik ok

kita pergi ke tab port, kita tambahkan port wlan1 dan wlan2
lalu kita membuat DHCP server untuk memberi ip terhadap client yang terhubung, klik tanda (+) dan pada interface pilih bridge1 (bridge yang kita buat tadi)tinggal kita klik next saja sampai akhir
HASIL YANG DIDAPATKAN
Bisa Configurasi Wireless Repeater

KESIMPULAN


REFERENSI
https://en.wikipedia.org/wiki/Wireless_repeater
http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=184



Selasa, 05 September 2017

Materi Subneting

PENDAHULUAN

Assalamualaikum  Wr.  Wb.
Ya bertemu lagi bersama saya di blog yang sederhana ini,  kali ini saya akan menjelaskan materi tentang Subneting.

PENGERTIAN
Sub-jaringan, atau subnet, adalah pembagian secara yang terlihat secara fisik dari IP jaringan.[1] Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting.

Semua komputer yang termasuk dalam sebuah subnet dialamatkan dengan bit-group umum, identik, dan paling signifikan dalam alamat IP mereka. Hal ini menyebabkan pembagian logis dari alamat IP ke dua bidang, jaringan atau routing prefix dan sisa field atau pengenal host. Field sisanya adalah pengidentifikasi untuk host tertentu atau antarmuka jaringan.

Pengertian dan kegunaan Subnetting
Subnetting berfungsi untuk menyembunyikan detail dari internal network
suatu organisasi ke router eksternal. Selain itu, subnetting juga mempermudah
manajemen jaringan dan menambah efisiensi dari jaringan tersebut.

Subnetting adalah  teknik memecah suatu jaringan besar menjadi jaringan yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk dijadikan Network ID baru

kegunaan subnetting
1. Untuk memecah network ID yang dimiliki oleh suatu organisasi nenjadi beberapa network ID lain dengan  jumlah anggota jaringan yang lebih kecil.
2. Adapun hal ini dilakukan karena sebuah organisasi mempunyai lebih dari satu jaringan/LAN,
Masing-masing jumlah hostnya tidak sebesar jumlah maksimal IP host yang disediakan oleh satu kelas IP address dari network ID yang dimiliki organisasi tersebut.
3. Hal ini dapat terjadi karena: teknologi yang berbeda, keterbatasan teknologi, ‘kongesti’ pada jaringan, dan hubungan ‘point-to-point’.

Mbah Share Ip Address

PENDAHULUAN

Assalamullaikum Warrohmatullohi Wabarakatuh
ya kali ini saya akan mencertiakan saat Mbah suro share ilmu tentang IP Address , secara detailnya IP Address adalah atau disebuat juga Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antara 32 bit sampai 128 bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32 bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128 bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.

Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:

IP versi 4 (IPv4)
IP versi 6 (IPv6)

     
        IP Address (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan internet berbasis TCP/IP.
       IP Address memiliki dua fungsi. Fungsi pertama, sebagai alat identifikasi host atau antarmuka jaringan. Fungsi kedua, sebagai alamat lokasi jaringan. Fungsi tersebut diilustrasikan sebagai "Sebuah nama untuk mengetahui siapa dia, Sebuah alamat untuk mengetahui dimana dia, dan Sebuah rute agar bisa sampai ke alamat tersebut". 
     Para pembuat sistem IP address menggunakan bilangan 32-bit. Sistem ini dikenal sebagai Internet Protocol Version 4 (IPv4). Tingginya tingkat pertumbuhan dan kapasitas jaringan internet menyebabkan dibutuhkannya sistem alamat yang mampu mengidentifikasi lebih banyak anggota jaringan, sistem pengalamatan yang baru diperkenalkan pada tahun 1995. Sistem tersebut dikenal sebagai IPv6. 

Kelas Kelas IP Address

IP address dibagi menjadi lima kelas, A sampai E. IP address yang dipakai secara umum dibagi dalam 3 kelas, sementara 2 kelas lainnya dipakai untuk kepentingan khusus. Ini untuk memudahkan pendistribusian IP address ke seluruh dunia. 
Kelas A :
- Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
- Bit pertama : 0
- Panjang Network ID : 8 bit
- Panjang Host ID : 24 bit
- Byte pertama : 0 – 127
- Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
- Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
- Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A
IP address kelas ini diberikan kepada suatu jaringan yang berukuran sangat besar, yang pada tiap jaringannya terdapat sekitar 16 juta host.
Kelas B :
- Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
- 2 bit pertama : 10
- Panjang Network ID : 16 bit
- Panjang Host ID : 16 bit
- Byte pertama : 128 – 191
- Jumlah : 16.384 kelas B
- Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
- Jumlah IP : 65.535 IP address pada tiap kelas B
IP address kelas ini diberikan kepada jaringan dengan ukuran sedang-besar. Contohnya adalah jaringan kampus ITB yang mendapat alokasi IP address kelas B (terima kasih kepada Onno W. Purbo), dengan network id 167.205.
Kelas C :
- Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
- 3 bit pertama : 110
- Panjang Network ID : 24 bit
- Panjang Host ID : 8 bit
- Byte pertama : 192 – 223
- Jumlah : 2.097.152 kelas C
- Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
- Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C
IP kelas ini dialokasikan untuk jaringan berukuran kecil.
IP kelas D digunakan sebagai alamat multicast yaitu sejumlah komputer memakai bersama suatu aplikasi. Contohnya adalah aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host, seperti yang diadakan di ITB dalam program SOI (School on Internet) bersama beberapa universitas di Asia. Ciri IP kelas D adalah 4 bit pertamanya 1110. IP kelas E (4 bit pertama 1111) dialokasikan untuk keperluan eksperimental.

Cara Menghitung IP Address

Jika anda ingin menjadi seorang Network Administrator salah tiga syarat utamanya adalah memahami TCP/IP tidak hanya secara Konsep tetapi juga Desain dan Implementasinya.
Dalam tutorial ini saya ingin membagi pengertian yang saya pahami dalam menghitung IP Adress secara cepat.

Kita mulai … lebih cepat lebih baik…
Mungkin anda sudah sering men-setting jaringan dengan protokol TCP/IP dan menggunakan IP Address 192.168.0.1, 192.168.0.2, 192.168.0.3, …dst dengan netmask (subnet) 255.255.255.0 . Namun pernahkah terpikir untuk menggunakan IP selain IP tersebut ? misalnya :
192.168.100.1  netmask 255.255.255.248 atau
192.168.50.16  netmask 255.255.255.240 ...???
Teori Singkat & Umum
Untuk mempelajari IP diperlukan pengetahuan tentang Logika dan Sitem Bilangan Biner. Tentang bagaimana cara mengkonversi bilangan Biner ke dalam bilangan Decimal atau menjadi BIlangan HexaDecimal, silahkan baca tutorial Sistem Bilangan Logika [Not Finished Yet] yang juga saya tulis dalam bentuk ringkasan. IP Address yang akan kita pelajari ini adalah IPv.4 yang berisi angka 32 bit binner yang terbagi dalam 4×8 bit.
Conto : 
8 bit 8 bit 8 bit 8 bit 
192.168.0.1 -> 1 1 0 0 0 0 0 0 . 1 0 1 0 1 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 1 
192 . 168 . 0 . 1 
Hal yang perlu dipahami dalam penggunaan IP Address secara umum adalah sebagai berikut :
Kelas IP
IP Address di bagi menjadi 5 kelas yakni A, B, C, D dan E. Dasar pertimbangan pembagian kelas ini adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP Address.






Kelas A
Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besarBit Pertama : 0 Net-ID : 8 bit Host-ID : 24 bit Range IP : 1.xxx.xxx.xxx - 126.xxx.xxx.xxx Jumlah IP : 16.777.214

Note : 0 dan 127 dicadangkan, 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 biasanya dipakai untuk localhost.






Kelas B
Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar2 Bit Pertama : 10 Net-ID : 16 bit Host-ID : 16 bit Range IP : 128.xxx.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx Jumlah IP : 65.532






Kelas C
3 Bit Pertama : 110 Net-ID : 24 bit Host-ID : 16 bit Range IP : 192.xxx.xxx.xxx - 223.255.255.255 Jumlah IP : 254






Kelas D
4 Bit Pertama : 1110 Byte Inisial : 224 - 247

Note : Kelas D ini digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID






Kelas E
4 Bit Pertama : 1111 Byte Inisial : 248 - 255

Note : Kelas E ini digunakan untuk keperluan Eksperimental
-> Network ID (Net-ID)

Adalah IP address yang menunjukkan Nomor Jaringan (identitas segmen)
Conto :
Sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 – 192.168.0.255 netmask 255.255.255.0 maka Net-ID nya adalah192.168.0.0.
Sebuah jaringan dengan IP range 192.168.5.16 – 192.168.5.31/28 maka Net-ID nya adalah 192.168.5.16
Note : Net-ID adalah IP pertama dari sebuah segmen. Dalam implementasinya IP ini tidak dapat digunakan pada sebuah host.
-> IP Broadcast

Adalah IP address yang digunakan untuk broadcast. Dari conto di atas maka IP Broadcast nya adalah 192.168.0.255 .
Note : IP Broadcast adalah IP terakhir dari sebuah segmen (kebalikan dari Net-ID). Dalam implementasinya IP ini juga tidak dapat digunakan pada sebuah host.
-> Subnet Mask (Netmask)

Adalah angka binner 32 bit yang digunakan untuk :






membedakan Net-ID dan Host-ID
menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar
Kelas A : 11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0 
Kelas B : 11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0 
Kelas C : 11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0

Conto :
sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 – 192.168.0.255maka Netmask nya adalah : 255.255.255.0 .
-> Prefix

Adalah penulisan singkat dari sebuah Netmask. Dari conto juga maka prefix nya adalah 24 maka menuliskan prefix-nya 192.168.0.0/24
-> Jumlah IP yang tersedia

Adalah jumlah IP address yang tersedia dalam sebuah segmen (blok). Dari conto di atas maka Jumlah IP yang tersedia sebanyak 256 (192.168.0.0 – 192.168.0.255)
Note : Dalam implementasinya tidak semua IP yang tersedia dapat digunakan karena ada 2 IP yang akan digunakan sebagai Net-ID danBroadcast..
-> Jumlah Host

Adalah jumlah dari IP address yang dapat dipakai dalam sebuah segmen. Dari conto di atas maka jumlah host-nya adalah 254 (192.168.0.1 – 192.168.0.254). IP 192.168.0.0 sebagai Net-ID dan 192.168.0.255 sebagai Broadcast-nya.
Note : Jumlah Host = Jumlah IP yg tersedia – 2
-> IP Public
Adalah IP address yang dapat dikenali di jaringan internet.
Conto :
202.95.144.4, 64.3.2.45, 4.2.2.1 dst
Note : IP Public akan kita dapatkan jika kita berlangganan Leased Line.
-> IP Private

Adalah IP address yang hanya dapat dikenali di jaringan local (LAN).
Conto :
192.168.1.1, 192.168.0.5, 192.168.10.200 dst
Note : IP Private dapat kita gunakan semau kita untuk membangun LAN tanpa harus berlangganan Internet seperti Leased Line.
Memulai Perhitungan
Perhatikan kombinasi angka dibawah ini :

Cara membaca :

Kombinasi angka tersebut adalah untuk netmask 255.255.255.0 yang apabila di konversi ke Bilangan Biner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000. Kita ambil 8 bit terakhir yaitu .00000000.
Apabila pada kolom pertama di beri nilai ’1′ dan yg lainnya bernilai’0′ ( .10000000 ) maka
Jumlah IP yang kita miliki (tersedia) sebanyak 128 nomor
Netmask yang harus dipakai adalah 255.255.255.128
Kita dapat menuliskan IP tersebut 192.168.0.0/25 dengan 25 sebagai nilai prefix-nya.
Jumlah segmen yang terbentuk sebanyak 2 yaitu
 192.168.0.0 - 192.168.0.127 -> sesuai dgn point 1. IP yang tersedia sebanyak 128 buah tiap segmen  192.168.0.128 - 192.168.0.255
Jumlah IP yang dapat dipakai untuk host sebanyak 126setelah dikurangi dengan Net-ID dan Broadcast 

Senin, 04 September 2017

Target Seminggu Mempelajari Mikrotik Full

PENDAHULUAN

Assalamullaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
selamat siang, kali ini saya akan menceritakan target kerja seminggu saya di minggu ini tentang Mikrotik Full Configurasi .


ini foto-fotonya anak PKL dari SMK N BANJIT yang dari Lampung 
yang menargetkan minggu ini adalah tentang Mirotik Full 

Sekian Terima Kasih